2 Comments

  1. Good story! Pada jaman cerita diatas sepertinya menjadi wanita saja sudah menjadi luka tersendiri. Jika cantik bisa dijual ke kulit putih menjadi Nyai, jika tidak menarik bisa menjadi beban keluarga karena akan dikata tidak laku. Untung-untung kalau dinikahkan oleh orang yang benar, tapi ya untung-untungan, pada jaman itu sepertinya wanita lebih bergantung pada nasib daripada memperjuangkan hak. Thanks for sharing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *